Kamis, 11 April 2013

SAKITKAH AKU



Sakitkah aku?????
Lukakah aku?????
Pernahkah KAU pertimbangkan semua itu??
Aku merasakan kau adalah salah satu sumber cahaya kesemangatanku dalam menjalani hidup ini…
Aku sakit saat kau tak menghiraukanku.
Aku sedih saat kau tak memperdulikan aku.
Dan AKAN lebih sakit lagi,,, KALAUNkau lebih percaya mereka dari pada aku sahabat mu!!!
Aku merasa asing jika kau bersikap seperti itu, ingin rasanya aku menangis, meluapkan semua rasa kecewa ini. Tapi, air mataku tak sanggup lagi mengalir di kedua pipiku..
Terbersit keinginan untuk melepaskan dan menganggap mu sama dengan yang lain. Ternyata aku tidak sanggup melakukan semua itu. Kau tetap yang teristimewa dalam hidupku, jauh bandingannya dengan mereka dan tidak dapat di nilai dengan apa pun. Karena hanya hatiku yang merasakannya!!

SEDIH




4 januari 2013 (23:46)                     
Ya Allah... aku telah membuatnya menjatuhkan air mata. Sahabat seperti apa aku ini???? Pantaskah aku disebut sebagai sahabat?? Mungkin tidak!!! Aku terlalu naif untuknya....
Tidak ada maksud untuk membuatnya menangis,,tidak sama sekali. Aku juga tidak tau, kalau kata-kataku adalah penyebab ia menangis...aku juga sedih.
Mengapa kita harus ribut berselisih  paham dan pendapat karena orang lain... yang pada akhirnya kita yang rugi,,,apa mungkin itu karena kita berbeda dari teman-teman yang lain.
Satu kata malam ini yang sudah pernah aku dengar “ latar belakang kita berbeda “ oke,,semua kita memiliki latar belakang yang berbeda. Namun aku tidak pernah menjadikan itu pembatas untuk kita bersahabat. Malam ini aku juga sama sepertimu “menangis batin”. Satu hal yang harus kamu ingat sahabatku “aku tidak pernah melihat latar belakangmu, yang terpenting untuk aku adalah bagaimana dirimu sekarang”,,untuk menjadi sahabat bukan latar belakang yang terpenting,,tetapi kepercayaan kepada sesama.
Ya,,aku memang tidak terlalu banyak tau tentang latar belakangmu, karena kamu tidak mau membaginya denganku. Tidak masalah, aku yakin kamu bisa menyelesaikan masalah kecil ini, karena masalah besar saja kamu bisa menghadapinya!!!
Aku menyadarinya,,,,tapi aku juga ingin kamu menyadarinya. Sama-samalah kita sadar!! Kamu bilang aku yang terbaik sekaligus yang terjahat di antara teman-teman lain,,oke aku terima itu, karena memang begitu kenyataannya. Dan aku juga merasakan hal yang sama.
Aku menyesal marah malam ini,,,aku menyesal cerewet malam ini..,dan yang paling aku sesalkan adalah menjawab telphonmu malam ini. Andai aku tidak menjawab telphonmu malam ini, kita tidak akan begini. Tidak akan ada emosi dan air mata.
Aku tidak memintamu untuk memilih aku atau mereka. Aku tidak pernah melarangmu untuk dekat dengan siapapun. Jangan jadikan aku seolah-olah penentu dengan siapa kamu boleh dekat. Jangan!!
Semua ini terjadi mungkin karena kita belum mengenal satu sama lain dengan baik. Aku sakit kamu bilang aku “angin-anginan”,, aku menangis saat ucapanmu seolah-olah aku yang salah di banding mereka. Jika sahabat aku saja bisa berfikiran demikian bagaimana dengan yang lain,,orang yang lebih tidak mengenalku???
Aku benci suasana seperti ini, aku tidak menginginkan suasana seperti ini...aku inginkan kehangatan dalam bersahabat bukan beku dan dingin serta emosi seperti ini..BUKAN!!
Benci, marah, kesal...iya aku merasakan semua itu denganmu,,tapi itu tidak lebih besar dari rasa sayangku ke kamu!! Jangan bilang kamu tidak berguna dalam hidupku.. kamu salah besar!!! Karena kamu sangat,sangat, dan sangat berguna dalam hidup aku. Dan tidak perlu aku ungkapkan satu persatu ke kamu.
Kenapa aku orang pertama yang kamu kabari mengenai keadaan itu?? Aku juga tidak tau, karena kamu tidak mau memberi tau ku. Padahal ada seseorang yang lebih pantas tau di banding aku. Namun aku tepis semua fikiran negatif itu dari otak dan hatiku. Sampai banyak yang bilang aku kedua tetapi di utamakan, hanya saja saat-saat sedih, kalau bahagia baru dengan yang lain. Sedih aku mendengar komentar mereka tentang hal itu, tapi hati kecilku menahan untuk tidak larut dalam komentar itu. Hati kecilku mengatakan,, “karena aku penting buatmu “ tetapi itu hanya anggapanku saja, benar atau tidaknya kamu yang tau sobat!!
Apa pernah kamu tau,, aku sedih melihatmu seperti itu?? Aku seolah-olah dapat merasakan sakitmu. Tetapi di depanmu berusaha aku menutupi kesedihan dan kekhawatiranku terhadapmu. Karena aku tidak ingin menambah beban di pundakmu. Aku simpan air mataku di depanmu. Tetapi di belakangmu, aku juga sakit,,aku juga menangis,, aku takut kehilanganmu..takut sekali!! Tetapi tak banyak yang dapat aku lakukan untukmu..hanya do’a dan do’a sobat!!!
Aku tidak tau masalah apa yang sedang kamu hadapi sekarang,,,tapi yang jelas aku yakin kamu kuat. Kalau kamu yakin untuk membaginya denganku aku siap mendengar dan memberikan solusi jika dibutuhkan. Tetapi jika kamu tidak yakin tidak apa-apa. Walaupun kita sahabat mungkin ada hal-hal yang sangat pribadi sekali yang tidak perlu aku tau. Aku memahami hal itu.
Aku ucapkan terimakasih sobat,, semua komentarmu aku yakin untuk kebaikanku. Hanya saja kadang-kadang aku merasa itu tidak benar. Maka pahami jugalah aku!! Aku bukan dia, bukan mereka,, karena setiap kami berbeda. Dan aku harap kamu mau memahami itu.
Aku senang, jika kamu sedih orang lain mencemooh atau menghina aku, itu artinya sebagai sahabat kamu sayang denganku!! Tetapi kamu lebih tau bagimana aku sebenarnya, jadi biarkan sajalah mereka dengan hinaan mereka. Tanpa kamu bilangpun aku mengetahuinya sedikit.  Memang benar terkadang jarak kita terlalu jauh,,terkadang aku tidak mengenalimu. Mungkin begitu juga denganmu.
Benar memang kadang lidah tidak sejalan dengan hati. Hatiku bilang ya, tetapi lidah mengatakan tidak. Sebagai manusia itu adalah kesalahan besar dalam hidupku. Benar katamu, bagaimana aku bisa jujur pada orang lain, jika pada diriku sendiri aku tak mampu untuk jujur. Kamu adalah sahabat sekaligus guru dalam hidupku. Guru yang tidak ada batas semesternya. Kamu ada setiap saat aku ingin belajar.
Sahabatku...maafkan aku!!! Aku tidak bermaksud menyakitimu,,,,,, aku tak ingin medengar suara paraumu,,aku juga tak ingin mendengar tangismu... maafkan aku yang banyak lumpuh dalam berkata. Aku tidak ingin kamu pindah,,,aku tidak ingin kamu pergi...TIDAK INGIN!!! Tariklah kata-katamu dulu saat aku hendak pindah, dengan begitu kamu akan tau.
Jika kamu merasa aku tidak pantas lagi menajdi  sahabatmu tinggalkan saja aku. Aku akan coba memahaminya,,itu karena aku tidak baik untukmu!!! Kata-katamu mengandung beribu arti yang tidak aku pahami maknanya....tinggalkan saja aku jika aku tak pantas lagi menjadi sahabatmu!!!
Akan aku coba melepas semuanya, tapi kenangan manis dan pahit bersamamu tidak akan mungkin hilang,,,,semua itu akan tinggal dimemori ku....

HILANGNYA RASA



Karya: Juliana.s (julyhera)
Ke mana perginya rasa simpatiku padamu? Ke mana perginya rasa sayangku untumu? Ke mana perginya rasa –rasa indah itu? Aku berusaha mencari jawaban untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Lelaki yang aku kagumi dari segela hal, kini berputar 360 drajat. Astghfirullah aku hampir membencinya.
“ Sasa, aku putus dengannya,” Leo bercerita padaku tentang kisah cintanya yang kandas dengan pujaan hatinya Rena.
“ Why?
“ Katanya sich orang tuanya tidak setuju karena aku dari daerah pesisir yang menurut orang tuanya orangnya nekatan dan suka main tangan,” terlihat rasa kecewa di mata Leo.
“ Bagaimana mungkin orang tuanya tidak setuju, emangnya kamu udah ketemu dengan orang tuanya?” tanyaku.
“ Belum sich Sa, aku juga nggak tau,” jawabnya.
“ Ya udah la ea… emang dia bukan yang terbaik kali buat kamu,” aku berusaha menyembunyikan kesalku.
“Kamu tinggalin aku dan menjalin cinta denga dia. Saat-saat bahagiamu dengannya kamu melupakan aku. Saat kamu sedih dan diputusin dia, kamu dekat padaku lagi. Karena rasa simpati atas dasar sahabat aku tidak mempermasalahkannya. Walau sebenarnya hatiku tidak ingin kau dekat denganku lagi” inilah kalimat-kalimat yang ingin aku sampaikan, tapi lidahku tidak sanggup mengatakannya.
Suatu ketika Leo menjadikan aku bahan candaan di kelas untuk menyinggung perasaan mantannya yang kebetulan teman satu kelas kami juga. Gak banget dech pacaran satu kelas, beginilah akhirnya saling benci.
“ Jangan pernah jadikan aku bahan untuk membalas rasa sakitmu,” aku marah padanya.
“ Aku tidak bermaksud seperti itu Sa,” katanya.
“ Oke, mungkin kamu nggak sadar. Tapi, sebagai wanita aku bisa merasakan bagaimana perasaannya tadi di kelas,walau dia mantanmu tidak seharusnya kamu bertingkah seperti tadi Leo. Jangan karena dia sudah mutusin kamu, terus kamu nggak peduli dengan perasaannya,” balasku.
“ Untuk apa aku pedulikan perasaannya? Dia aja nggak peduli dengan perasaanku. Di sini aku yang tersakiti Sasa,” katanya membela dirinya.
“Lalu kalau kamu tidak mau peduli dengan perasaannya, haruskah aku yang menjadi bahanmu membalas rasa sakitmu padanya?” aku bertanya dengan marahku. Ya, aku marah. Mengapa harus aku? Padahal banyak teman-teman lain di kelas. Atau dia mau mempermalukan aku.
“ Aku nggak ada niat seperti itu Sa,” katanya.
“ Leo, tebu yang sudah habis manisnya telah kamu buang dan kulit kacang pembungkus kacang yang kamu makan telah kamu buang. Maka tidak perlu lagi kamu memungutnya. Aku adalah tebu yang habis manisnya dan kulit kacang itu, maka jangan  pernah dekati aku lagi untuk hal-hal seperti itu. Please, aku juga punya hati dan perasaan,” panjang lebar aku menjelaskan perasaan kesalku padanya.
“ Ok Sa,, aku minta maaf dan aku janji tidak akan mengulangi itu lagi,” aku terima maafnya dan kami kembali bersahabat seperti biasa. Seolah-olah kami tidak pernah saling marah.
Pernah suatu ketika aku bertanya kepadanya.
“ Siapa sekarang pacar kamu Leo?
“ Ada,,
“ Anak mana?
“ Pendatang, ikut oomnya di sini.
“ Namanya siapa?
“ Ratu..
“ Oh..yang dulu dekatin kamu itu?
“ Ah…kamu ada-ada aja.
“ Kenalin dunk!
“ Gak ah,,gak penting..
“ Lho, ko gak penting sih?
“ Ya, kami juga STJ (status tidak jelas) ne, orang tuanya menyuruhnya pulang.
“ Kamu sayang banget yach ma Ratu?
“ Buat aku Sa, kalau wanita itu mencintaiku dengan tulus maka aku juga akan mencintainya dengan tulus,” katanya saat itu.
“ Good… itu hal yang baik.
Aku tidak pernah peduli bagaimana kelakuannya dengan pacarnya. Walau kata-katanya bertolak belakang dengan kenyataannya sekarang. Dulu ketika dia memintaku menjadi kekasihnya. Aku katakan aku takut kalau aku tidak bisa mengatur waktu dan aku takut kalau aku rusak. Dengan sinisnya dia berkata.
“ Ya lah, kalau kamu melihat model pacaran si Ani, si Caca, si Indah yang selalu keluar malam, jalan sana-sini wajib malam mingguan dan kamisan. Aku tidak seperti itu, tapi kalau sekali-kali keluar makan kan tidak apa-apa,” katanya sok kalau dia manusia paling suci di dunia ini.
Saat salah satu kerabatku yang mengenalnya bertemu dengannya dan pacarnya di suatu tempat santai di kota ini sedang berangkulan mesra. Mengapa tidak aku yang melihatnya langsung? Mungkin Allah tidak mau kalau aku merusak suasana mesranya dengan pacarnya. Andaikan aku melihatnya langsung akan aku katakan, “ oh, begini model pacaranmu!”.
Mengapa aku tidak percaya kata-katanya soal model pacarannya. Mungkin hingga detik ini dia tidak tau kalau aku pernah melihat foto-foto mesranya dengan mantan pacarnya disuatu tempat rekreasi. Foto-foto yang aku lihat telah sedikit merubah penilaianku terhadapnya. Dia sama saja dengan lelaki lain buaya , pantang diberi ayam langsung diembat.
Belum lagi SMS-SMS mesra yang terbaca olehku. Aduh,,,jauh banget dari kata-katanya. “Bukan aku kali yang godain dia, dia tu yang godain aku”. Padahal dari SMS-SMS yang aku baca, bukan wanita tu yang godain tapi dia kali. Emang dasar ea..lelaki bermulut manis.
Tapi semua itu cukup aku simpan dalam hati, tak pernah sekalipun aku mengatakan semua hal yang telah aku lihat. Cukup penilaian itu dalam hatiku. Suatu ketika saat libur kami hendak pergi ke suatu tempat. Sebelum pergi kami sarapan dulu di tempat langganan kami.
“ Eh,,kamu tau kalau Rena sakit?” tanyaku.
“ Tau,,
“ Gak kamu jenguk?
 “ Gak penting tau….
Emang sih, kalau suasana lagi enak aku sering juga godain dia tentang mantannya yang satu kelas dengan kami.
“ Padahal ea Sa, bukan di tempat kami lagi yang terkenal kejam dan suka main tangan, yang terkenal itu di kotanya. Aku kan di desanya,”dia mengungkit sedikit kekesalannya tentang alasan Rena memutuskannya.
“ O….
“ Tapi tuh cewek kurang ajar nggak punya hati seenaknya aja bilang begitu. Padahal sekalipun dia belum pernah ke sana,” katanya jengkel.
“ Ya udahlah……..
Dia pernah bercerita bagaimana kecewanya dan bencinya dia pada Rena yang telah memutuskannya. Tapi sekarang???
Diam-diam dia kembali lagi dengan Rena. Emang dasar ea lelaki. Ludah yang sudah dilepehkannya kini di jilatnya kembali. Munafik banget sih lo Leo. Setelah semua hinaan dan cemoohon yang dia utarakan untuk Rena, dengan mudahnya kini dia kembali ke pelukan Rena.
Oh no… cukup sampai di sini aja Leo. Aku bukanlah sahabat yang berhati emas yang selalu diam dengan tingkahmu yang semakin menjadi-jadi. Beberapa waktu lalu lo juga udah ngecewain aku banget. SABAHAT????? Busyrit… lo gak pantas jadi sahabat aku. Kalau sahabat mestinya lo bisa menghargai aku, jaga perasaan aku seperti apa aku menghargai dan menjaga perasaan lo. Please dech Leo… sabar aku habis buat lo.
Mungkin hal-hal itulah yang telah melenyapkan semua rasa simpati dan kagumku padanya. Terlalu banyak kata-kata manisnya yang keluar dari mulut madunya. Mungkin juga bualannya yang membuat aku bosan atau bahkan muak dengannya. Aku tidak melupakan kebaikan lo Leo, Cuma aku tidak ingin bersahabat lagi dengan lo. Percuma kalau cuma aku yang menganggap lo sahabat aku, sementara lo nggak pernah menganggap aku sahabat lo.
Terkadang mudah merangkai kata-kata indah, tapi sangat sulit untuk membuktikannya. Sudah seharusnya kita berhati-hati dalam berkata-kata. Tak habis ceritaku dengan Leo, tapi sudah ku putuskan untuk menutup lembaran-lembaran bersamanya. Sahabat yang hanya di bibir saja. Aku berharap dia bahagia dengan Ati. Jangan rakus dunk… mau lo taruh di mana Ratu, tiba-tiba saja aku prihatin denga Ratu. Wanita malang yang tidak tau kelakuan kekasihnya.
Leo, kamu memang pernah hampir istimewa di hatiku, tapi kamu sendiri yang telah membuang dirimu dari hatiku. Terimakasih untuk semua yang telah kamu berikan padaku di perantauan ini. Semoga kamu mendapatkan wanita yang sesuai dengan kamu dan kamu dapat meraih cita-cita kamu.
Saat Dian kembali nanti akan aku ceitakan kepadanya semua tentang perjalananku di kota Pekanbaru ini. Tidak sabar menunggu Dian menjemputku liburan semester ini. Ya seseorang yang tidak pernah menoreh luka sedikitpun di hatiku.
Aku pernah berniat untuk mengenalkan Leo pada Dian,tapi sekarang nggak perlu dech… Karena Dian pasti akan marah kalau aku terus bersikap baik dan membuka diri untuk tempat pengaduan dan persinggahan Leo. Lelaki yang tidak punya rasa malu dan tidak tau terima kasih.
Tiba-tiba malam ini aku merindukan sosok Dian di sampingku. Mendengar tawanya dan bercanda dengannya. Hal yang paling membahagiakan bersamanya adalah saat-saat bercanda dan menyantap mie rebus kesukaan kami di tempat Bang Kumis.




Pekanabaru, 7 April 2013
(Mengisi kekosongan waktu dengan menuangkan hobi menulis saya, bagi siapa saja yang membaca tulisan saya ini sudi kiranya untuk memberikan komentar. Insyaallah untuk perbaikan ke depannya. Terima kasih. NB: karangan ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tema ataupun kejadian penulis mohon maaf!)

Sabtu, 09 Juni 2012

KEYAKINAN CINTA

SEBUAH KEYAKINAN CINTA

Entah mengapa,,aku yakin kalau dirimu sedang mengujiku. Jangan tanya mengapa aku yakin?? Sebab hatiku yang merasakan keyakinan itu. Walau memang jarak antara kita cukup jauh,, namun hatiku selalu merasa dekat dengan mu. Apakah ini yang namanya cinta??
Terkadang aku ingin membuangmu dari pikiran dan mengikis cinta yang bersemi dihatiku. Namun hati kecilku,,selalu menjerit dan melarang ku untuk memngikis cinta ini. Sebab dia yakin  kau akan datang untukku.  
Sebuah keyakinan yang tentunya sangat penting untuk memulai sesuatu. Kerana keyakinan itulah hingga saat ini aku masih menunggumu. Jenuh sudah pasti,,tapi bukan alasan untukku beralih kehati lain. Mungkin kerana aku pecinta sejati ...hahahhaa.
Bukan masalah besar menurutku..yang penting terus jalani keyakinan yang memang benar-benar  ada dalam hati kita. Nah, itulah yang saat ini sedang aku jalani. Sedikit pengharapan agar kau sudi menoleh dan menimbang rasa ini.,karena aku yakin sekeras apapun hatimu..akan meleleh jua dengan sabar yang aku tebar dan tentunya ijin dari yang Kuasa. Aku yakin kau juga menyimpan rasa itu untukku.
Kau uji aku dengan kata-kata yang menjijikkan menurutku,, ingin rasanya aku  memakimu. Tapi lagi-lagi hati kecilku, mampu menenangkan aku untuk tidak terpancing dengan kata-kata kotor mu. Tragis  sih,,tapi ya sudahlah. Semua telah berlalu seiring bergulirnya waktu dari masa lalu. Aku berusaha untuk selalu memandang positif padamu,,walau kadang aku juga gagal untuk itu. Karena aku juga manusia biasa.
Hanya Allah yang tau kejujuran yang aku punya untuk tetap mencintaimu. Dan entah sampai bila ini akan terjawab. Kau katakan padaku, tiada waktu untuk menjalin cinta dimasa-masa pendidikan seperti sekarang. Dan apakah kau tau..aku juga berpikiran demikian?? Saat ini aku memang menyimpan cinta untumu. Tapi aku juga membatasi diriku untuk  tidak keluar dari komitmen yang sudah aku buat. Karena itu aku tidak ingin menuntutmu lebih, cukup jaga hatimu untuku dan akan kujaga hatiku untumu.
Sebab dari saling menjaga dan saling percayalah, kelak cinta yang Allah anugrahkan kepada kita akan kekal dan menemukan ridho-Nya saat kita  halal dimata Allah. Tapi kalaupun Allah tidak menjodohkan kita, apa hendak dikata. Mungkin disaat itulah aku akan benar-benar membuang rasa ini. Karena Allah telah mempersiapkan jodoh untuk kita. Dan yakinlah itu adalah jalan terbaik dari Sang Penguasa. Sembari menunggu hari itu tiba, ijinkan aku untuk tetap menjaga dan merawat pohon cinta ini. Yang jelas tiada perlu aku  umbar-umbar padamu. Aku yakin kau akan tau dengan sendirinya. Yang jelas Pondok telah mempertemukan kita dan menumbuhkan benih-benih yang mendebarkan hati. Siapa yang tau,,kalau rasa ini tetap ada walau sudah 8 tahun lamanya... sungguh waktu yang tidak sebentar. Tapi rasa baru kemarin rasanya aku melihatmu disana.
Marilah kita perjuangkan hidup kita,,, insyaallah jika kita berjodoh aku yakin Allah akan mempertemukan kita tanpa ada rasa sakit dan benci satu dengan yang lain. Amin. Dan aku mencintaimu karena ijin Allah,,bila Allah tidak ijin aku yakin rasa ini sudah lama punah dari hatiku...Karena aku menjalani semua ini denga penuh keyakinan....

KUMBANG JALANG

KUMBANG JALANG
Aku memang begitu lemah untuk masalah cinta. Tapi satu hal yang aku tau,,penantianku selama  aku bertahun-tahun tidak membuahkan hasil. Namun, aku yakin Allah telah menyiapkan seseorang  yang bisa menerimaku apa adanya. Hanya saja belum saatnya aku bertemu dengan seseorang itu.
Mereka datang bagai kumbang yang menumpang sejenak dikelopak bunga tepian hatiku. Mengumbar janji yang palsu untuk menguji ketegaranku sebagai sekuntum bunga. Aku sangat bersyukur sebab aku tidak termakan bujuk rayuan kumbang-kumbang jalang yang datang. Duri yang membaluti tubuhku masih mampu melindungiku dari kejahilan kumbang-kumbang yang tidak bertanggung jawab itu.
Jika sering aku diuji oleh kumbang, mungkin hal yang biasa. Karena aku juga paham bahwa kumbang ingin bunga yang indah dan tidak ternoda. Wajar-wajar saja jika para kumbang berpetualang dengan senjata rayuan dan janji-janji palsunya. Tapi, sebenarnya mereka bisa melakukan penyeleksian terhadap bunga-bunga tidak dengan rayuan maut dan janji-janji  palsu saja. Mereka bisa menggunakan kejujuran dan sedikit kesabaran, itu menurut ku. Walau kenyataannya,  satu banding seribu ( 1 : 1000 ) kumbang yang seperti itu. Bahkan nyaris tidak ada.
Mereka katakan aku ego, hanya mementingkan diri sendiri. Silahkan orang berargumen apa saja tentang diriku. Karena sebenarnya mereka tidak paham tentang arti komitmen dalam hidup ku. Aku juga sekuntum bunga yang menginginkan kumbang yang indah dan tidak berbisa seperti kebanyakan kumbang yang ada. Apakah itu salah? Tentu tidak, sebab kita semua memiliki hak yang sama untuk mencari cinta. Jika salah kita dalam menjalani cinta, maka luka yang menyakitkan akan menyiksa perjalanan cinta kita.
Karena keragu-raguan yang masih menumpuk disudut hatikulah,,makanya aku tidak dengan begitu mudah mengatakan “iya” pada kumbang yang ingin menabur cinta pada kelopak bunga ku. Pilihan yang sulit memang. Satu sisi aku takut jika aku hanya akan melukai hati kumbang yang menghampiriku, mengapa? karena aku tidak yakin pda kumbang itu. Dan yang paling bahaya adalah, aku tidak yakin pada perasaan ku terhadap kumbang yang terlihat banyak bualan saja. Sebab itu, aku tidak ingin ceroboh dalam menerima dan memberi cinta.
Kumbang yang sudah bertahun-tahun menabur pesona padaku, tidak bisa aku lupakan begitu saja. Mungkin karena aku masih mengharapkannya. Menunggu untuk pecinta sejati, seharusnya tidaklah menjdi masalah. Apalagi jika janji telah diikrarkan... hahahhahhaha sungguh pemandangan yang tragis. Dengan mudahnya mengatakan,,,,”maafkan aku ea”...dia kira... siapa dia!!!!
Semakin banyak rayuan dan janji-janji kumbang jalang yang menghampiriku, aku semakin yakin kalau dia tidak serius. Mungkin hanya ingin mempermainkan perasaan bunga lemah seperti ku. Tapi, maaf aku tidak selemah yang kau kira. Teruslah berjuang untuk cintamu. Dan aku tidak ingin kau kembali. Sebab sekali kau berdusta, tidak menutup kemungkinan kau akan berdusta lagi padaku.. jadi terbanglah tinggi tinggalkan aku. Sebab kau tak layak mendapatkan cintaku... cintaku terlalu suci untuk kumbang sepertimu.
Dengan mudahnya kau katakan,, aku terlalu lama menggantungmu..hahhaha pernahkah kau sadar aku tidak mengerti arti menggantung cinta. Sebab aku belum pernah menjalin cinta dengan kaum Adam. Yang aku tau hanyalah rasa simpati dan kagum sesaat saja padamu. Jika kau serius, harusnya kau sabar menunggu bunga ini dalam meyakinkan hatinya untuk menerima dan memberi cinta padamu kumbang jalang. Memang benar, kalau kau tidak sabar dalam menunggu.. tapi maaf untukmu,,,tidak ada kesempatan lagi. Sebeb telah kututup pintu hatiku untuk kumbang penebar kebohongan sepertimu....... jalani hidupmu..maka akan kujalani hidupku!!!